Penggunaan Media Tanam Ampas Sagu terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Ubi Jalar Ungu

Jean Laurina Masatuneko, Puji Susanty Artiningsih

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan limbah ampas sagu sebagai media tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman ubi jalar ungu. Metode yang digunakan adalah eksperimen lapangan dengan observasi langsung, yang dilaksanakan di Kampus Politeknik Merauke. Ampas sagu yang digunakan memiliki kandungan pati sebesar 65,7%, lignin 21%, dan selulosa 20%. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah batang, dan berat umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan limbah ampas sagu tidak memberikan manfaat nyata terhadap pertumbuhan vegetatif maupun hasil produksi ubi jalar ungu. Hal ini karena komposisi dan struktur fisik ampas sagu belum optimal sebagai media tanam. Oleh karena itu, disarankan agar petani menggunakan ampas sagu yang telah mengalami pelapukan atau difermentasi sebelum diaplikasikan sebagai media tanam.

Keywords


Media tanam, ampas sagu, ubi jalar ungu

Full Text:

PDF

References


Ana, A., Hidayatullah, A. R., Arumsari, C. A., & Puspitaningrum, V. (2025). Feed biscuit innovation inovasi biskuit pakan kulit ubi jalar (ipomoea batatas l.) sebagai alternatif pakan feedlot domba Wonosobo. Jurnal Sains Peternakan Nusantara, 5(01), 1–7. https://doi.org/10.53863/jspn.v5i01.1051

Azizah, F., Sulistyo, A., & Subagiya, S. (2018). Pertumbuhan dan hasil ubi jalar dengan pemberian pupuk kandang serta uji varietas terhadap cylas formicarius. Agrotechnology Research Journal, 2(1), 22–27. https://doi.org/10.20961/agrotechresj.v2i1.19520

Dahliani, L. (2024). Perkebunan sagu berbasis kearifan lokal dalam mengelola dan mewujudkan pertanian sagu berkelanjutan. Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan, 2(1), 1–14. https://doi.org/10.56211/tabela.v2i1.441

Deras, S., & Luju, M. T. (2025). Kelayakan ekonomi agribisnis ubi jalar di Desa Sei Beras Sekata Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Agriuma, 7(1), 7–12. https://doi.org/10.31289/agri.v7i1.14242

Dewi, R., & Sutrisno, H. (2017). Karakter agronomi dan daya hasil tiga klon ubi jalar ungu (ipomoea batatas) di lahan masam Lampung. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 14(1), 15–21. https://doi.org/10.25181/jppt.v14i1.137

Ernawati, E., Lakare, H., & Diansari, P. (2018). Peranan makanan tradisional berbahan sagu sebagai alternatif dalam pemenuhan gizi masyarakat. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 14(1), 31–40. https://doi.org/10.20956/jsep.v14i1.3621

Hapsari, H., Rasmikayati, E., & Saefudin, B. R. (2019). Karakteristik petani dan profil usahatani ubi jalar di Kec. Arjasari, Kab. Bandung. Sosiohumaniora, 21(3), 247–255. https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v21i3.21288

Hesti, Rahmanpiu, & Ratna. (2023). Penentuan kadar nitrogen fosfor dan kalium dari serat pelepah sagu (metroxylon sago). Sains: Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia, 12(1), 14–23. https://doi.org/10.36709/sains.v12i1.28

Hisa, L., Mahuze, A., & Arka, I. W. (2019). Dokumentasi etnobotani-linguistik tumbuhan sagu: Laporan awal dari etnis Marori di Taman Nasional Wasur Merauke. Linguistik Indonesia, 35(2), 187–200. https://doi.org/10.26499/li.v35i2.69

Huwae, L. M. C., Hukubun, R. D., Suganda, R. S. D., Pratiwi, S., Vionae, G., Ruspanah, Y., Renata, A. (2025). Pemanfaatan limbah sagu menjadi biochar bagi masyarakat di Negeri Seruawan, Seram Bagian Barat. Svarga Pena : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 31–39. https://doi.org/10.62951/svargapena.v2i1.115

Mangera, Y., & Jamaludin. (2023). Pelatihan pemanfaatan limbah sagu sebagai bahan pembuatan pupuk organik dengan bioreaktor bsfl pada kelompok tani “Dwitrap” Kampung Tambat Kabupaten Merauke. ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi, 2(2), 213–220. https://doi.org/10.55123/abdikan.v2i2.1760

Mardi, C. T., Setiado, H., & Lubis, K. (2016). Pengaruh asal stek dan zat pengatur tumbuh atonik terhadap pertumbuhan dan produksi dua varietas ubi jalar (ipomoea batatas l.) Lamb. Jurnal Agroekoteknologi, 4(4), 2341–2348. https://doi.org/10.32734/jaet.v4i4.13507

Murod, M., Kusmana, C., Bintoro, M. H., Widiatmaka, & Hilmi, E. (2018). Analisis struktur kendala dalam pengelolaan sagu berkelanjutan di Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau. Buletin Palma, 19(2), 101–116.

Mursyidin, D. H. (2022). Optimalisasi pemanfaatan limbah sagu menjadi pupuk organik (bokashi) dan pakan ternak di Kecamatan Sungai Tabuk Kalimantan Selatan. Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul), 2(2), 204–209. https://doi.org/10.20527/ilung.v2i2.5791

Nontji, M., Galib, M., Amran, F. D., & Suryanti, S. (2022). Pemanfaatansabut kelapa menjadi cocopeat dalam upaya peningkatan ekonomi masyarakat. JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat), 6(1), 145–152. https://doi.org/10.30595/jppm.v6i1.7581

Noviantidan, D., & Setiawan, A. (2018). Pengaruh pemangkasan pucuk dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan produksi bibit ubi jalar (ipomoea batatasl.). Bul. Agrohorti, 6(1), 140–150. https://doi.org/10.29244/agrob.6.1.140-150

Pagala, M. A. Y., Kandatong, H., & Nurasiyah, S. (2023). Analisis perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian tepung sagu (studi kasus pusat pelatihan pertanian pedesaan swadaya (P4s) cahaya duta palili) di desa Bunga-bunga Kecamatan Matakali Kabupaten Polewali Mandar. Journal Peqguruang: Conference Series, 5(2), 892. https://doi.org/10.35329/jp.v5i2.4182

Partini, Noer, M., Suliansyah, I., & Devianto, D. (2025). Membangun resiliensi perkebunan sagu berbasis pengetahuan lokal di Kabupaten Indragiri Hilir. Jurnal Research Ilmu Pertanian, 5(1), 42-50. https://doi.org/10.31933/6n9gw006

Perwira, A. (2024). Pengaruh penggunaan pupuk organik dan anorganik terhadap perkembangan tanaman ubi jalar unggu (ipomoea batatas) sebagai peluang bisnis. Pedago Biologi : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi, 12(1), 13–17. https://doi.org/10.30651/pbjppb.v12i1.18829

Purbasari, K., & Sumadji, A. R. (2018). Studi variasi ubi jalar (ipomoea batatas l) berdasarkan karakter morfologi di Kabupaten Ngawi. Florea : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya, 5(2), 78–84. https://doi.org/10.25273/florea.v5i2.3359

Putri, I. W. O., Widiastuti, M. M. D., & Fachrizal, R. (2018). Preferensi masyarakat terhadap sagu sebagai sumber pangan masyarakat Suku Malind Yeinan Di Kampung Poo, Distrik Jagebob-Merauke. Musamus Journal of Agribusiness, 1(1), 23–31.

Rahayu, S., & Tamtomo, F. (2016). Efektivitas mikro organisme lokal (mol) dalam meningkatkan kualitas kompos, produksi dan efisiensi pemupukan N, P, K pada tanaman ubi jalar (ipomoea batatas l.). Jurnal Agrosains Universitas Panca Bhakti, 13(02), 1–10.

Rosmiah, R., Marlina, N., & Asikin, A. (2022). Aplikasi jenis pupuk organik dan dosis pupuk anorganik untuk meningkatkan produksi tanaman ubi jalar (ipomoea batatas l.). Klorofil : Jurnal Ilmu-Ilmu Agroteknologi, 17(2), 65–69. https://doi.org/10.32502/jk.v17i2.5707

Sacita, A. S. (2021). Sosialisasi pemanfaatan limbah ampas sagu dengan kombinasi kotoran sapi sebagai pupuk organik padat (Bokashi) pada tanaman hortikultura. Abdimas Langkanae, 1(1), 33–38. https://doi.org/10.54065/langkanae.1.1.2021.25

Saleh, T. W., Istifadah, N., & Hartati, S. (2023). Pemanfaatan limbah padi dan buah kelapa untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Agrikultura, 34(1), 133–143. https://doi.org/10.24198/agrikultura.v34i1.44952

Sasvita, W., Hanum, C., Hanum, C., & Purba, E. (2013). Pertumbuhan dan hasil tiga klon ubi jalar pada jarak tanam yang berbeda. Jurnal Online Agroekoteknologi, 2(1), 462–473. https://doi.org/10.32734/jaet.v2i1.5864

Subaedah, S., & Saida. (2025). Respon pertumbuhan dan produksi tanaman ubi jalar ungu terhadap pemupukan NPK. AGROTEK: Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian, 9(1), 58–65. https://doi.org/10.33096/agrotek.v9i1.712

Sulkan, H., Ernita, & Rosmawaty, T. (2014). Aplikasi jenis pupuk organik dan dosis pupuk kcl pada tanaman ubi jalar. Jurnal Dinamika Pertanian, XXIX(3), 207–214.

Syakir, M., Bintoro, M. H., & Agusta, H. (2009). Pengaruh ampas sagu dan kompos terhadap produktivitas lada perdu. Jurnal Littri, 15(4), 168–173.

Tonggroitou, S., Palennari, M., & Rante, P. (2022). Upaya pelestarian hutan sagu di Papua. Jurnal Profesi Kependidikan, 3(1), 31–36.

Yuliansar, Ridwan, & Hermawati. (2020). Karakterisasi pati ubi jalar putih, orange, dan ungu. SAINTIS, 2(1), 1–13.

Yulianty, Y., Wahyuningsih, S., & Ernawiati, E. (2023). Karakter penciri morfologi tanaman ubi jalar (ipomoea batatas) (l.) lam. Dan keanekaragamannya di Lampung. Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia, 8(2), 85–89. https://doi.org/10.32503/hijau.v8i2.3318

Ziraluo, Y. P. B. (2021). Metode perbanyakan tanaman ubi jalar ungu (Ipomea batatas poiret) dengan teknik kultur jaringan atau stek planlet. Jurnal inovasi penelitian, 2(3), 1037-1046.




DOI: https://doi.org/10.36355/bsl.v5i2.288

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Baselang

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Baselang : Jurnal Ilmu Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Lingkungan online ISSN 2798-2114 is published by Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo