Analisis Jaringan Multi-Aktor dalam Implementasi Program Agropolitan di Selupu Rejang, Indonesia

Mya Novita Sari, Yonariza Yonariza, Hasnah Hasnah, Sri Wahyuni

Abstract


Pembangunan kawasan agropolitan dipandang sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan nilai tambah sektor pertanian dan memperkuat perekonomian perdesaan, namun efektivitasnya sangat bergantung pada kualitas tata kelola dan sinergitas multipihak dalam implementasinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur jejaring aktor dalam implementasi Program Agropolitan di Kawasan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, serta implikasinya terhadap integrasi rantai nilai agribisnis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan dukungan analisis kuantitatif melalui Social Network Analysis (SNA), berbasis data wawancara mendalam, observasi lapangan, diskusi kelompok terarah (FGD), serta telaah dokumen resmi pemerintah daerah dan publikasi Badan Pusat Statistik. Sebanyak 17 aktor utama dipetakan ke dalam matriks adjacency dengan skala intensitas hubungan 03 dan dianalisis menggunakan indikator sentralitas derajat, sentralitas antara, dan sentralitas kedekatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur jejaring Program Agropolitan Selupu Rejang masih bersifat hierarkis dan terfragmentasi. Kondisi ini mencerminkan lemahnya integrasi lintas sektor dan terbatasnya sinergi multipihak, sehingga perbaikan tata kelola jejaring menjadi prasyarat penting bagi keberhasilan pembangunan kawasan agropolitan yang berkelanjutan

Keywords


Kawasan Agropolitan, Social Network Analysis (SNA), Sinergitas Multipihak, Integrasi Rantai Nilai Agribisnis, Kabupaten Rejang Lebong.

Full Text:

PDF

References


Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032

Ansell, C., & Gash, A. (2022). Collaborative governance revisited. Public Administration Review, 82(3), 543556. https://doi.org/10.1111/puar.13443

Asian Development Bank. (2021). Rural development and inclusive agribusiness in Asia. Asian Development Bank.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Rejang Lebong. (2021). Kabupaten Rejang Lebong dalam angka 2021. BPS.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Rejang Lebong. (2022). Kabupaten Rejang Lebong dalam angka 2022. BPS.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Rejang Lebong. (2023). Kabupaten Rejang Lebong dalam angka 2023. BPS.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Rejang Lebong. (2024). Kabupaten Rejang Lebong dalam angka 2024. BPS.

Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu. (2021). Provinsi Bengkulu dalam angka 2021. BPS.

Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu. (2022). Provinsi Bengkulu dalam angka 2022. BPS.

Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu. (2023). Provinsi Bengkulu dalam angka 2023. BPS.

Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu. (2024). Provinsi Bengkulu dalam angka 2024. BPS.

Bappenas Republik Indonesia. (2020). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 20202024. Kementerian PPN/Bappenas.

Bodin, Ö., & Crona, B. (2009). The role of social networks in natural resource governance: What relational patterns make a difference? Global Environmental Change, 19(3), 366374.

Borgatti, S. P., Everett, M. G., & Johnson, J. C. (2022). Analyzing social networks (2nd ed.). SAGE Publications.

Carayannis, E. G., Grigoroudis, E., Campbell, D. F. J., Meissner, D., & Stamati, D. (2021). The Quintuple Helix innovation model: Global warming as a challenge and driver for innovation. Journal of the Knowledge Economy, 12(2), 130. https://doi.org/10.1007/s13132-020-00666-x

Carayannis, E. G., Grigoroudis, E., Campbell, D. F. J., Meissner, D., & Stamati, D. (2021). The Quintuple Helix innovation model: Global warming as a challenge and driver for innovation. Journal of the Knowledge Economy, 12(2), 130. https://doi.org/10.1007/s13132-020-00666-x

Food and Agriculture Organization of the United Nations. (2021). Territorial approaches to agri-food systems. FAO.

Food and Agriculture Organization of the United Nations. (2023). Strengthening agrifood value chains for rural transformation. FAO.

Organisation for Economic Co-operation and Development. (2021). Rural development policy review: Indonesia. OECD Publishing.

Organisation for Economic Co-operation and Development. (2022). Enhancing rural innovation and governance. OECD Publishing.

Provan, K. G., & Kenis, P. (2008). Modes of network governance: Structure, management, and effectiveness. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(2), 229252. https://doi.org/10.1093/jopart/mum015

Provan, K. G., & Kenis, P. (2008). Modes of network governance: Structure, management, and effectiveness. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(2), 229252. https://doi.org/10.1093/jopart/mum015

United Nations Development Programme. (2022). Governance for sustainable development. UNDP.

World Bank. (2020). Agricultural value chains for development. World Bank.

World Bank. (2022). Transforming agriculture for inclusive growth. World Bank.




DOI: https://doi.org/10.36355/bsl.v5i2.296

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Baselang

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Baselang : Jurnal Ilmu Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Lingkungan online ISSN 2798-2114 is published by Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo