Peran Penyuluh Pertanian Dalam Pendampingan Kelompok Wanita Tani Dalam Program Perkarangan Pangan Lestari (P2L) di Kecamatan Seberida
Abstract
Kinerja penyuluh pertanian lapangan sangat berhubungan dengan tingkat partisipasi anggota KWT dalam program Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Hal ini membuat peran dari penyuluh pertanian lapangan harus diperhatikan, mengingat besarnya dampak yang diberikan kepada sasarannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penyuluh pertanian dalam mendampingi Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kecamatan Seberida dalam penerapan program P2L. Program P2L bertujuan meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga dengan memanfaatkan pekarangan secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive, terhadap 5 KWT di Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner dengan skala Likert. Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui hubungan antara peran penyuluh dan pemberdayaan KWT. Hasil analisis menunjukkan bahwa peran penyuluh pertanian dalam pendampingan KWT pada program P2L seluruhnya kategori tinggi dengan skor rerata tertinggi pada peran sebagai motivator (3,83), diikuti oleh inovator (3,78), fasilitator (3,77), dinamisator (3,75), dan edukator (3,68). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa peran penyuluh sebagai inovator memberikan dampak signifikan terhadap keberhasilan program, sedangkan peran sebagai motivator tidak menunjukkan pengaruh signifikan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktek. Rineka Cipta.
Bachmann, V. (2015). The role of cooperation and solidarity in community development. Journal of Community Development, 22(3), 45-58.
Duflo, E., & Banerjee, A. (2019). Poor economics: A radical rethinking of the way to fight global poverty. PublicAffairs.
Field, A. (2013). Discovering statistics using IBM SPSS statistics (4th ed.). SAGE Publications.
Ghozali, I. (2016). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 23 (8th ed.). Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Gujarati, D. N. (2009). Basic econometrics (5th ed.). McGraw-Hill.
Hair, J. F., Black, W. C., Babin, B. J., & Anderson, R. E. (2010). Multivariate data analysis (7th ed.). Pearson Education.
Kabeer, N. (2005). Gender equality and women’s empowerment: A critical analysis of the third millennium development goal. Gender & Development, 13(1), 13-24.
Nussbaum, M. C. (2011). Creating capabilities: The human development approach. Harvard University Press.
Sofiana, R., & Hendrawijaya, B. (2020). Kesadaran masyarakat dan keberdayaan sosial: Studi kasus di komunitas petani. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 4(2), 85–95.
Sudaryono. (2017). Dasar-dasar metodologi penelitian. Jakarta: CAPS (Center for Academic Publishing Service).
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Tschirley, D., & Lopez, R. (2016). The impact of time management and coordination on the success of agricultural programs. Agricultural Policy Review, 18(2), 71-85.
Tuan, N. M., & Nguyen, T. H. (2016). Trust and social capital in community-based agriculture: A case study in Vietnam. International Journal of Agricultural Management, 5(1), 12–18.
DOI: https://doi.org/10.36355/bsl.v5i2.274
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Baselang

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Baselang : Jurnal Ilmu Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Lingkungan online ISSN 2798-2114 is published by Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo



